//
you're reading...
06- Warehouse Management

Racking & Pallet Arrangement di Gudang

Perusahaan banyak menggunakan palet sebagai alat penataan di gudang. Ada beberapa cara penataan palet agar penyimpanan produk bisa dilakukan dengan efektif.  Berikut ini adalah beberapa cara penataan palet yang umum dilakukan di perusahaan.

1- Block Stacking
 

pallet stacking without rack

Block Stacking mengacu pada unit produk ditumpuk ke arah atas dan disimpan berjajar menjadi sebuah baris atau blok. Palet ditumpuk dengan ketinggian tertentu berdasarkan kriteria seperti kondisi palet, berat beban termasuk produk, ketinggian yang diijinkan dan kapabilitas forklift gudang. Palet yang disimpan dalam metode ini dapat diambil dengan metode LIFO (Last-In-First-Out). Metode ini tidak memungkinkan bagi pengambilan barang dengan metode pengurutan tanggal atau FIFO. Pengambilan barang dapat menyebabkan “honeycombing” dimana ada kekosongan yang tidak dapat diisi hingga seluruh lane kosong. Metode ini tidak memakan biaya karena tidak memerlukan rak dan dapat dilakukan di berbagai tipe gudang dengan lahan yang terbuka luas.

2- Stacking Frame 

pallet stacking by rack

Tumpukan palet berbingkai terbuat dari dek dan tonggak yang dapat dipasang dan dipindah jika diperlukan. Tumpukan berbingkai memungkinkan palet untuk ditumpuk dengan ketinggian tertentu dan secara khusus berguna ketika palet harus disimpan tanpa harus ditumpuk. Banyak perusahaan menggunakan tumpukan berbingkai di kala mereka membutuhkan rak sementara di saat-saat permintaan meningkat. Dengan penggunaan tumpukan berbingkai, kejadian “honeycombing” juga dapat terjadi seperti halnya di metode block stacking.

3- Single-Deep Pallet Rack

 

more space for aisle (forklift manuver)

Single Deep Pallet Racking (SDPR) menyediakan akses setiap palet untuk dapat disimpan di rak. Hal ini sekaligus menjembatani hal “honeycombing” di stacking frames dan block stacking. Ketika sebuah palet dipindahkan, maka tempat kosong tersebut dapat diisi dengan palet lain. Tipe penempatan ini dapat disesuaikan dengan ukuran tinggi yang diinginkan. Mayoritas perusahaan menggunakan metode ini. Kekurangan dari metode ini adalah kebutuhan luas lantai untuk lebar lorong yang pas.

4- Double-Deep Pallet Rack

need special forklift (2 pallets)

Metode double-deep pallet rack adalah varian dari single deep rack yang menempatkan dua buah rak tunggal pada sebuah tempat. Metode ini mengurangi jumlah kebutuhan lorong, tetapi rentan terhadap “honeycombing“, sehingga metode ini kurang efisien dibandingkan single-deep racking. Dan, dibutuhkan forklift khusus untuk dapat mengambil dua palet sekaligus agar dapat menempatkan dan memindahkan palet dari rak.

5- Drive-In Rack

metode LIFO (Last In First Out)

Rak metode drive-in menyediakan tempat 5 hingga 10, yang merupakan kepanjangan dari double-deep racking. Lini drive-in menyediakan akses bagi forklift untuk menempatkan atau memindahkan stok. Namun, forklift memiliki keterbatasan tempat untuk manuver dan ini membutuhkan waktu tambahan untuk menempatkan maupun mengambil palet. Metode ini sama dengan metode block stacking yang berdasarkan LIFO.

6- Pallet Flow Rack

metode FIFO (First In First Out): high cost

Pallet Flow Rack beroperasi dengan cara memindahkan beban dari satu sisi ke sisi lain dengan sebuah konveyor sederhana sehingga pallet bisa dipindahkan secara FIFO. Ketika sebuah pallet berpindah, maka posisi pallet berikutnya mengisi pallet yang dipindahkan. Metode rak ini cocok untuk gudang yang memiliki perputaran produk tinggi, tetapi opsi ini cukup mahal.

7- Push Back Rack

solusi metode LIFO

Push back rak adalah solusi LIFO dimana beban pallet diletakkan pada penyimpanan dengan menggunakan rel penuntun. Ketika sebuah palet diletakkan di areanya, palet tersebut akan mendorong palet lain masuk ke tempat penyimpanan. Ketika sebuah palet diambil, maka palet yang bagian dalam akan bergeser menempati tempat palet yang terambil. Hal ini berarti setiap lini palet memiliki ruang gerak yang cukup untuk pengambilan palet. Metode ini tidak cocok untuk gudang yang menggunakan membutuhkan metode FIFO.

 

8- Cantilever Rack

cocok untuk produk yang panjang, aneh maupun berat

Model dengan konsep “Pohon Natal”, cantilever rack, memiliki fleksibilitas dalam jangka waktu penyimpanan dengan kemampuan meletakkan produk yang panjang, aneh maupun berat. Besi potongan, pipa, perabotan rumah tangga, triplek, metal dan lembaran formica adalah barang-barang yang sesuai ditempatkan di model cantilever rack. Dengan tempat rak yang kontinu, cantilever racks cocok untuk penempatan kotak yang besar, perabotan, dll. Cantilever rack bisanya membutuhkan penggunaan forklift seperti Sideloader, alat pengambil barang spesial (Special Orderpickers) dan truk dengan pencapaian 4 arah. (four directional reach trucks).

sumber: http://bernardonugroho.blogspot.com/2009/02/metode-penataan-palet-di-gudang.html

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: