//
you're reading...
02. Sharing Corner

Masalah Sistem Logistik Nasional

Jakarta, 24 Agustus 2010 (Business News) – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan terus berupaya melakukan berbagai perbaikan di sektor transportasi dalam rangka membangun jaringan perhubungan domestik yang lancar baik untuk orang maupun barang. Pengembangan jaringan pelayanan dan jaringan prasarana transportasi pada tataran transportasi nasional menjadi semakin penting dalam rangka meningkatkan kegiatan logistik nasional.

Denny Siahaan, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (BP3), Kementerian Perhubungan, dalam sebuah acara dialog tentang Pengembangan Transportasi Domestik baru-baru ini di Jakarta mengatakan salah satu permasalahan di sektor logistik nasional adalah belum memadainya dukungan infrastruktur logistik. Dukungan infrastruktur yang belum memadai baik dari segi kualitas maupun kuantitas diantaranya belum ada hub port.

Infrastruktur logistik nasional (pelabuhan, bandara, stasiun, pergudangan, dsb) belum dikelola secara terintegrasi dan sebagian besar masih dikelola oleh perusahaan-perusahaan milik negara (BUMN). Dengan demikian, dari segi manajemen logistik nasional pengelolaannya masih belum efektif dan efisien. Selain itu, intermoda transportasi dan interkoneksi antara infrastruktur pelabuhan, pergudangan, dan transportasi juga belum berjalan efektif.

Untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut. Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan cetak biru {blueprint) transportasi antarmoda/multimoda yang diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan sistem logistik nasional. Cetak biru transportasi antarmoda/multimoda merupakan turunan dari Sistem

Logistik Nasional yang nantinya akan ditetapkan melalui Keputusan Presiden.

Cetak biru menjadi salah satu prioritas pembangunan yang akan secara ketat dimonitor oleh Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4). Hal yang perlu dibahas dalam cetak biru transportasi antarmoda/multimoda adalah menginventarisasi sejauh mana program-program yang dimuat dalam cetak biru diprogramkan untuk tahun 2010 2014.

Tujuan Cetak Biru Transportasi Multimoda, dimana didalamnya terdapat rencana pengembangan transportasi antarmoda/multimoda, adalah untuk mewujudkan kelancaran arus barang dan mobilitas orang yang efektif dan efisien dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. “Cakupan yang menjadi prioritas cetak biru transportasi antarmoda/multimoda adalah 7 terminal khusus CPO dan batubara, 25 pelabuhan startegis, 14 bandar udara untuk kargo, 9 kota metropolitan, dan 183 kabupaten daerah tertinggal.”

Ada tiga hal yang ingin dicapai dalam mengembangkan transportasi antarmoda/multimoda. Pertama, terwujudnya kelancaran arus barang danmobilitas pada beberapa simpul transportasi dan kota metropolitan, serta terbukanya akses transportasi pada daerah tertinggal.

Kedua, meningkatnya kapasitas jaringan pelayanan dan prasarana transportasi terutama pada simpul-simpul transportasi yang strategis, kota metropolitan, dan daerah tertinggal. Ketiga, meningkatnya manajemen penyediaan dan pemanduan jaringan pelayanan dan prasarana antarmoda/multimoda pada simpul transportasi dan kota-kota metropolitan. (ST)

sumber : bataviase

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: