//
you're reading...
02. Sharing Corner

KEK Marunda Siap Menjadi Pusat Logistik

JAKARTA Pemprov DKI akan menjadikan kawasan ekonomi khusus (KEK) Marunda Jakarta Utara sebagai pusat logistik guna mendukung ekspor impor di Jakarta bersama pusat industri yang akan dipertahankan.

Gubernur DKI Fauzi Bowo mengatakan pengembangan ini agar kawasan Marunda memiliki keunggulan kompetitif seperti pusat logistik di Singapura dan Malaysia. “Usulan pengembangan ini akan segera dipaparkan ke pemerintah pusat sebagai langkah lanjut dari rencana pengembangan KEK di Jakarta,” ujarnya kemarin.Untuk mendukung rencana pengembangan itu salah satu proyek prioritasnya adalah pembangunan pelabuhan transit Reede di dekat Banjir Kanal Timur (BKT).

Pelabuhan transit itu akan difasilitasi bargas untuk mengangkut peti kemas dari pelabuhan menuju kapal kontainer rukuran besar yang tidak mungkin merapat dan hanya terapung di air dengan kedalaman minimal 18 meter.”Kami akan bangun pelabuhan ini sesuai dengan standar internasional sehingga bisa bersaing, terdata dalam peta pelabuhan internasional, dan agar impor barang tidak perlu lagi melalui pelabuhan di Singapura.”Selain pembangunan pelabuhan, setidaknya ada tiga proyek infrastruktur yang akan dibangun yakni pembangkit listrik (power plant), pabrik air bersih, dan program insenerator untuk sampah Jakarta.

Pembangunan pelabuhan itu diharapkan bisa memberikan kontribusi pendapatan ke Pemprov DKI dalam 2-3 tahun ke depan. Pembiayaan pengembangan kawasan ini, akan dilaksanakan oleh PT KBN sebagai salah satu badan usaha milik daerah DKI bersama sektor swasta lainnya.Pemprov menargetkan tahun ini nilai saham Pemprov DKI di KBN sudah mencapai 38%, dan dalam 2 tahun ke depan menjadi pemilik saham mayoritas dibandingkan dengan pemerintah pusat yang saat ini menjadi pemegang saham utama. “Kami juga membuka peluang untuk mencari modal kapitalisasi yang tepat untuk memulai pelabuhan dan bargas.”

Menurut Fauzi, pengembangan kawasan KEK cukup mendesak karena dapat menjadi sumber penerimaan daerah lainnya selain pajak dan retribusi yang selama ini menjadi andalan DKI. “Karenanya, PT KBN diharapkan bisa memberi kontribusi cukup besar dan substansial untuk menambah sumber penerimaan daerah.”Pakar rekonomi dari Ul sekaligus tim perumus pelaksana proyek KEK Jakarta Dorodjatun Kuntjoro Jakti mengatakan untuk pengembangan pusat kawasan logistik ini diperlukan dana sekitar USS2 miliar.

19 Mar 2010 – OLEH MIA CHITRA DINISARI Bisnis Indonesia – sumber : bataviase

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: