//
you're reading...
01. Best Practice

Damri Genjot Bisnis Logistik

OLEH RAYDION SUBIANTORO – Bisnis Indonesia

JAKARTA Perusahaan Umum Damri berencanamenambah kapasitas armada untuk angkutanbarang sebesar 15%-20% setiap tahun, guna meningkatkan kontribusipendapatan dari bisnis logistik. Direktur Ulama Perum Damri Twitjara Adjie mengatakan pasar logistik yang terus berkembang di Indonesia memicu perseroannya menambah jumlah armada truk secara berkelanjutan agar dapat menampung permintaan pasar.

“Setiap tahun kami memprogramkan penambahan armada untuk meningkatkan kapasitas sebesar 15%- 20% dari yang tersedia,” katanya kemarin. Dia mengungkapkan pada tahun ini Damri akan memperluas pasar logistik hingga ke Sumbawa, Nusa “tenggara. Barat, guna mengejar target volume angkutan barang sebanyak 30.000 ton. Adapun, realisasi pendapatan ditargetkan meningkat 15% dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu.

Menurut IWitjara, target itu diperkirakan bisa dicapai dengan mengoperasikan sebanyak 95 truk, termasuk penambahan 15 unit armada pada tahun ini dengan investasi sebesar Rp6,2 miliar. “Kami juga tetap akan memperkuat pasar logistik di Medan, Lampung, dan Pekanbaru. Pada 2 bulan pertama tahun ini, jumlah barang yang diangkut dengan menggunakan armada Damri sebanyak 4.000 ton. Sampai akhir tahun ini, diharapkan volume angkutan barang bisa mencapai 25.000-30.000 ton,” katanya.

Dia memaparkan sampai saat ini angkutan barang di Pulau Jawa masih berkontribusi cukupbesar terhadap total pendapatan dari bisnis logistik Damri. Namun, untuk menjaga keseimbangan, pada tahun ini Damri juga akan berkonsentrasi mengoptimalkan pasar di Sumatra.

“Kami ingin memperkuat pasar di Medan, Lampung, Pekanbaru,bahkan sampai Sumbawa. Selama ini hanya sampai di Pekanbaru,” tutur Twitjara. Direktur Komersial Perum Damri Bagus Wasenggeni sebelumnya mengatakan pihaknya tengah menjajaki kerja sama angkutan barang dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) dan PT ASDP Indonesia Ferry.

Pada tahun ini, tutur Bagus, pihaknya menargetkan pendapatan total Rp560 miliar atau meningkat 12% dibandingkan dengan pencapaian pada 2009 sebesar Rp500 miliar. “Dari Rp560 miliar itu, kami targetkan kontribusi angkutan barang sebesar Rp25 miliar. Perbandingannya memang kontribusi pendapatan masih jauh lebih besar dari penumpang, tetapi pasar barang juga terus meningkat,” katanya.

Sulit bersaing

Bagus mengakui angkutan penumpang Damri saat ini masih sulit bersaing, terutama untuk ru-te antarkota antarprovinsi (AKAP) karena kondisi armada yang sudah berusia tua. “Perlu ada peremajaan bus-bus, khususnya yang melayani antarkota antarprovinsi supaya kami bisa bersaing. Selain itu, untuk mengejar pendapatan, kami akan lebih fokus ke pasar angkutan barang,” katanya.

Dia memaparkan dana Rp6,2 miliar yang disiapkan oleh Damri untuk mengembangkan angkutan barang pada tahun ini seiring dengan perkembangan sektor usaha itu. Menurut dia, pada tahun ini perseroan mulai fokus menggarap bisnis angkutan barang karena tren pasarnya yang terus tumbuh pesat dibandingkan dengan angkutan penumpang. Dia mengungkapkan dana Rp6,2 miliar yang disiapkan untuk pengembangan usaha angkutan barang digunakan untuk membeli 10 unit truk ukuran besar dan lima unit truk ukuran kecil. (mydion@blsnis.co.ld)

21 May 2010 – sumber :bataviase

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: