//
you're reading...
04. Logistics on News

RI Butuh Badan Khusus Logistik

JAKARTA Pelaku usaha logistik di dalam negeri membutuhkan lembaga khusus pengatur kebijakan sektor terkait untuk mendongkrak efisiensi dan daya saing bisnis ini.

Ketiadaan lembaga khusus di level pemerintah dan ketidakjelasan payung hukum ikut menyumbang penurunan fogistic performance index (LPI) nasional menurut Bank Dunia yang merosot dari peringkat 43 dunia ke 75, selain faktor infrastruktur dan bea cukai.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFl) Siti Ariyanti Adisoediro mengungkapkan inefisiensi di bisnis logistik hingga kini sulit diurai.

“ALFI yang dulu bernama Gafeksi [Gabungan Perusahaan Forwarder dan Ekspedisi Indonesia] sudah pernah mengusulkan pembentukan national body khusus logistik sehingga ada kelembagaan di pemerintah yang jelas,” ujarnya di sela-sela konferensi Indonesia Supply Chain and Logistics Ke-4 kemarin.

Saat ini, tambahnya, bisnis logistik masih diatur parsial dan terkotak-kotak di lintas kementerian sehingga kebijakan yaqg mengatur usaha ini tidak jelas.

Sementara itu, belum lama ini Bank Dunia memperbarui peringkat LPI dengan menilai enam indikator yaitu bea cukai, infrastruktur, pengapalan internasional, kompetensi pelaku usaha logistik, pelacakan dan penelususan, dan waktu tempuh.

Menurut versi Bank Dunia, Indonesia mencatat indeks LPI 2,76 poin yang berada di level 75 dunia, dengan tiga indikator lemah pada sisi bea dan cukai, infrastruktur dan kompetensi logistik.

Wakil Ketua ALFI Mahendra Rianto menyatakan selama ini kebijakan logistik sangat rumit karena pembahasan lintas instansi. Di negara lain, tegasnya, persoalan logistik ditangani oleh lembaga khusus pembuat kebijakan.

“Sekarang vokalnya ada di Kementerian Perdagangan, tetapi urusan logistik ini melibatkan banyak pihak. Harus ada national body yang, khusus mengurusi logistik agar sektor usaha ini lebih cepat berkembang.”

Dia menyatakan lembaga khusus itu hams melibatkan pejabat lintas kementerian dan pelaku usaha sehingga kebijakan yang ditetapkan dapat menyelesaikan persoalan

Regulasi

Selain badan khusus, Ariyanti menambahkan pelaku usaha meminta pemerintah segera mengesahkan rancangan peraturan pemerintah tentang transportasi mul-timoda dan cetak biru logistik nasional untuk memperbaiki iklim usaha terkait di dalam negeri.

“Keberpihakan pemerintah belum tampak sementara kita sudah menyepakati sejumlah kesepakatan regional dengan negara-negara Asean terkait logistik. Kalau ini tidak segera jalan, kita tidak akan siap menghadapi persaiangn,” tuturnya.

Pemerintan sendiri diketahui telah menyelesaikan draf cetak biru logistik nasional yang telah dibahas sejak 2 tahun terakhir. Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Subagyo menyatakan rancangan itu tinggal menunggu pengesahan presiden.

Chris Kanter, Anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN), yang juga Ketua Pembina ALFI, seusai membuka konferensi tersebut mengungkapkan kebijakan pemerintah harus melibatkan pelaku usaha. “Untuk apa cepat-cepat dibuat kalau tidak dilaksanakan. Pelaku usaha tidak dilibatkan dalam pembahasan draf ini.”

Kendati dari sisi volume pengiriman barang menunjukkan peningkatan, Mahendra Rianto menambahkan bisnis logistik nasional tetap belum efisien. Apalagi, lanjut dia, inefisiensi ini berdampak pada biaya tinggi dalam pengiriman barang.

Ariyanto menambahkan kalangan pengusaha terkait berupaya meningkatkan daya tawar dengan, mengubah nama asosiasi menjadi ALFI dari sebelumnya dikenal dengan Gabungan Perusahaan Forwarder dan Ekspedisi Indonesia (Gafeksi). Perubahan itu dilakukan pada musvwarah nasional 16 Juli 2010. {aprika.hemanda®bisnis. co.id)

OLEH APRIKA R. HERNANDA Bisnis Indonesia – sumber : bataviase

 

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: