//
you're reading...
04. Logistics on News

Kementerian Perdagangan Rampungkan Blueprint Logistik

Tangerang – Tidak lama lagi, sistem logistik nasional bakal memiliki cetak biru. Dengan begitu sistem logistik di Indonesia pun bisa lebih efisien. Dan tentunya bisa menjadi dokumen nasional.Kabar bagus itu langsung disampaikan oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Rabu (27/1) di Jakarta. Dan saat ini cetak birunya tinggal menunggu persetujuan dari Kementrian Perekonomian. Disitu nantinya cetak biru akan difinalisasi.

“Yang pasti, tim dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Tim Kecil Cetak Biru Logistik sudah menyelesaikan hasil analisa selama 1,5 tahun. Diharapkan dalam waktu dekat bisa disahkan,” katanya.Adapun isi cetak biru, itu adalah mengenai rancangan kebutuhan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Dan untuk mendukung cetak biru itu, pihaknya juga mengusulkan untuk dilakukan beberapa perubahan atas kebijakan yang telah dimiliki pemerintah. Namun Mari enggan untuk menjelaskan secara detail mengenai perubahan usulan kebijakan tersebut “Soal kebutuhan investasi dan kebijakan mana saja yang akan diubah, tunggu dari Menko saja,” ungkapnya.

Mari menjelaskan pada dasarnya inti dari, cetak biru logistik terdiri dari dua sisi yakni demand dan supply. “Itu harus dipetakan, dari mana arus barangnya, tujuannya ke mana, hingga di titik mana harus ada hub port. Tujuannya adalah interkonektivitas logistik antar daerah serta sinergi pemerintah pusat dengan daerah, setiap kementerian terkait, dan pelaku dengan pemerintah,” terangnya.Cetak biru ini, tujuannya adalah untuk pemerataan harga barang antar daerah terutama barang kebutuhan pokok, karena selama ini harga barang disetiap daerah di Indonesia berbeda-beda dengan disparitas tinggi.”Cetak biru logistik itu tidak hanya membahas soal transportasi tapi mencakup semua sistem. Mulai dari procurement (pengadaan), tracking, serta jasa dan sarana logistik. Selain itu, juga memuat upaya mendorong sistem transportasi yang lebih banyak ke laut dan mengoptimalkan kereta api,” tuturnya.

Mari mengatakan sebagai bentuk langkah awal dari pembangunan sistem logistik nasional, kata dia, pemerintah bakal meresmikan National Single Window {NSW). NSW ini ditujukan untuk efisiensi dokumen ekspor impor. Selain itu dalam waktu dekat, pemerintah juga akan melakukan peresmian dry port di Cikarang “Itu adalah program jangka pendek, lalu ada program dalam lima tahun mendatang. Tujuannya adalah tahun 2025, interko-nekuvitas antar daerah di Indonesia,”jelasnya.Dalam perumusan Cetak Biru Logistik berdasarkan masukan dari lima kementerian utama terkait yakni Kemendag, Kominfo, Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian PU.

Harian Ekonomi Neraca – sumber : bataviase

 


Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: