//
you're reading...
04. Logistics on News

Daya Saing Logistik Indonesia Merosot

JAKARTA Daya saing sektor logistik nasional saat ini berada pada peringkat yang ke-75 dunia atau merosot hingga 32 peringkat jika dibandingkan dengan posisi 2007 yang berada di peringkat ke-43 dunia. Oleh karena itu, indonesia berkomitmen kepada International Federation of Freight Forwarders Associations (FIATA) dan United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (Unescap) untuk memacu daya saing logistik nasional.

Ketua Gabungan Forwarder, Logistik, dan Ekspedisi Indonesia (Gafeksi) Iskandar Zulkarnain mengatakan komitmen itu disampaikan dalam pertemuan tahunan FIATA dan Unescap di Bali, kemarin. Dia menjelaskan pertemuan yang dihadiri 57 peserta asing dari 16 negara tersebut membahas isu-isu yang menghambat perkembangan industri logistik dunia seperti bea dan cukai, surat keterangan barang maupun jual beli kargo.

Pada forum itu, katanya, Indonesia juga menyampaikan komitmennya untuk memperbaiki daya asing logistik nasional yang kini terpuruk di level 75 dunia. “Untuk itu, kita akan belajar dari Malaysia,” katanya dari Denpasar, Bali melalui percakapan telepon dengan Bisnis kemarin. Dia memaparkan dari sisi peningkatan daya saing sumber daya manusia, pihaknya mendorong pelaku usaha logistik nasional untuk meningkatkan keterampilan dalam membara perkembangan industri ini secara global.

Pengusaha logistik nasional, katanya, didorong untuk meningkatkan jaringan global supaya usaha yang dibangun memiliki jaringan internasional. “Perlahan-lahan kami mengajak anggota Gafeksi agar membangun jaringan global.”

Sementara itu, Wakil Ketua Komite Tetap Perhubungan Laut dan Kepelabuhan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Anwar Sata mengatakan untuk memacu daya saing logistik nasional, infrastruktur jalan dari pusat industri ke terminal harus diperbaiki.

Menurut dia, biaya logistik di Indonesia belum efisien akibat kondis) infrastruktur yang buruk. “Bahkan selain daya saing logistik nasional yang terpuruk, competitiveness infrastruktur pelabuhan Indonesia juga merosot,” katanya. Sejauh ini, Gafeksi telah mengidentifikasi empat penyebab mahalnya biaya penanganan lo-gistik di Tanah Air hingga menyebabkan daya saing sektor ini terus merosot. Rekomendasi itu segera disampaikan kepada pemerintah.

Wakil Ketua Bidang Kepabeanan dan Kepelabuhanan DPP Gafeksi Hery Susanto mengatakan pelayanan kepelabuhan yang tidak efisien menjadi penyebab utama mahalnya biaya logistik nasional. “Faktor penyebab mahalnya penanganan logistik itu terkait dengan pelayanan di pelabuhan tidak efisien, penanganan dokumen kepabeanan, maraknya pungutan liar, dan buruknya infrastruktur logistik di dalam negeri,” ujarnya baru-baru Ini.

OLEH TULARJI Bisnis Indonesia Рsumber : bataviase

 

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: