//
you're reading...
04. Logistics on News

Biaya Logistik Hambat Daya Saing INDONESIA

Sistem logistik nasional saat ini masih belum efisien dan efektif. Selain itu, biaya logistik di Indonesia juga tercatat lebih tinggi dibanding negara lain. Ongkos angkutan yang mahal, buruknya infrastruktur, banyak restribusi daerah, pungutan oknum aparat dan preman, serta peraturan perundangan yang tumpang tindih menjadi penyebab utama mahalnya biaya logistik di Indonesia.

Djimanto, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) kepada Business News (Sabtu, 2/10) mengungkapkan Indonesia masih lemah dalam sejumlah faktor daya saing. Kelemahan ini membuat Indonesia tidak bisa berkompetisi dalam perdagangan bebas dengan negara tain. Lemahnya daya saing Indonesia disebabkan oleh tingginya ongkos logistik, misalnya dalam biaya pergudangan dan pengangkutan. “Pelaku usaha Indonesia saat ini lebih suka impor karena ongkos transportasinya lebih murah ketimbang ongkos angkutan antarpulau di Indonesia.”

Mengutip data Bank Dunia (2009), Indonesia berada di posisi ke-43 dari 150 negara dalam survei kinerja sektor logistik nasional. Penempatan Indonesia pada posisi itu terkait dengan indikator biaya logistik yang lebih tinggi dibanding negara lain. Biaya logistik negara-negara di dunia rata-rata 1O%-2O% terhadap GDP. Untuk AS dan negara maju lainnya pada kisaran 10%-20%, negara berkembang 15%-20%, sedangkan biaya logistik di Indonesia mencapai lebih 25% dari GDP.

Hambatan kegiatan logistik di Indonesia antara lain disebabkan oleh pengembangan infrastruktur pelabuhan yang tidak diimbangi dengan pengembangan listrik. Energi listrik, masih menjadi salah satu kendala bagi perkembangan usaha di Indonesia. “Banyak produsen mengaku rugi miliaran rupiah akibat proses produksi berhenti karena listrik mati atau adanya pemadaman bergilir.”

Pelaku usaha mampu melakukan efisiensi biaya produksi, tetapi jika harus ditambah dengan biaya lain yang menyebabkan ekonomi biaya tinggi, maka produk menjadi tidak kompetitif. Diperkirakan biaya logistik di dalam negeri lebih tinggi 2-3 kali lipat dibandingkan dengan negara pesaing, sehingga menyebabkan produk ekspor Indonesia kalah bersaing.

Pemerintah agar dapat memberikan perhatian yang serius terhadap masalah logistik ini. Tingginya biaya logistik dinilai sangat membebani dunia usaha dan menjadi salah satu sumber high cost economy. Pemerintah dapat mengatasi hal itu dengan mempermudah prosedur ekspor-impor, memperbaiki akses jalan, serta membenahi infrastruktur pelabuhan. “Ini masalah vital sebagai sarana kegiatan ekspor-impor.”

Selain logistik, kendala di sektor perbankan yang belum berpihak kepada sektor riil. Di samping itu, masih banyak hambatan dalam perizinan. Hingga kini proses birokrasi masih saja lamban dan memakan banyak biaya. Selain itu, tidak ada jaminan dari pemerintah sebagai pemberi izin bertanggungjawab ketika ada klaim dari pihak ketiga. (ST)

sumber : bataviase

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: