//
you're reading...
04. Logistics on News

3 Kebijakan Dorong Usaha Logistik

JAKARTA Usaha logistik ataupun penanganan kargo melalui transportasi laut, mulai bergairah dan diperkirakan terus tumbuh setelah munculnya sejumlah kebijakan baru di sektor tersebut.

Sofyan Pane, Ketua Gabungan Forwarder, Logistik dan Ekspedisi Indonesia .(Gafeksi) DKI Jakarta, mengatakan sejumlah peraturan baru itu al Permenkeu No 160/-PMK.40/2010 tentang Nilai Pabean untuk Penghitungan Bea Masuk, SE Dirjen Bea dan Cukai No16/BC/2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penelitian Dokumen

Impor Barang dalam rangka skema Free Trade Agreement (FTA), serta Pergub DKI Jakarta No 123/ 2010 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Jasa Pengurusan Transportasi.

“Ketiga kebijakan baru tersebut perlu diketahui pelaku usaha karena mampu mendorong kelangsungan usaha logistik di tanah air,” ujar Sofyan Pane saat membuka sosialisasi ketiga aturan tersebut yang diikuti sekitar 300 perusahaan logistik di DKI Jakarta (20 Oktober).

Dia mengatakan selama ini penanganan kargo melalui laut khususnya kegiatan impor terbe-bani dengan tidak transparannya penetapan nilai pabean dan keraguan terhadap surat keterangan asal (SKA) barang.Akibatnya, pengusaha selalu dikenakan no-tul (nota pembetulan)atau denda hingga 1000% dari kewajiban bea masuk.

Namun, kata Pane, dengan terbitnya Permenkeu No. 160 tahun 2010 tentang Nilai Pabean untuk Menetapkan Bea Masuk, saat ini importir atau kuasanya dapat memberikan argumentasi kepada pejabat fungsional pemeriksa dokumen (PFPD) apabila terdapat keberatan tentang bea masuk yang dibayarkan.

Selain itu.lanjutnya persoalan notul yang disebabkan keraguan SKA juga telah dicarikan solusi oleh Bea dan Cukai dengan terbitnya SE-16/BC/2010.

Dia mengatakan saat ini untuk memperoleh SIUP JPT di DKI, juga harus memperoleh rekomendasi Gafeksi untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif. “Ini supaya jumlah perusahaan logistik seimbang dengan pangsa pasar yang ada,”ujarnya.

Pane menambahkan semua kebijakan tersebut untuk menciptakan daya saing nasional di tengah perdagangan bebas saat ini.

“Kita harus siap sebab pada

2015 akan direalisasikan Asean Economic Community di mana sektor logistik akan diliberalisasi untuk wilayah Asean,”ujarnya.

Dia mengatakan pelaku usaha logistik dalam kegiatannya adalah usaha yang mewakili pemilik barang untuk terlaksananya pengiriman atau penerimaan barang melalui darat.laut dan udara.

” Perusahaan yang dominan berhubungan dengan sektor logistik tersebut yakni shipping dan freight forwarding yang totalnya mencapai 81% dari keseluruhan jumlah logistik di Indonesia.

BisnisIndonesia – sumber : bataviase

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: