//
you're reading...
02. Sharing Corner

SDM, Faktor Terpenting di Industri Logistik

Secara sederhana industri logistik merupakan aktivitas memindahkan barang dari satu titik ke titik lain yang melibatkan banyak aspek. Dari sekian banyak aspek, faktor terpenting adalah sumber daya manusia (SDM). Dengan memiliki SDM yang memadai, sebuah perusahaan logistik bisa memberikan kualitas terbaik, bertahan dan unggul dalam kompetisi.

Sayangnya, orang awam tidak banyak yang tertarik menekuni industri logistik. “Padahal, SDM di logistik bisa menjadi karier yang menjanjikan,” ungkap Iman Kusnadi, Logistics Director APL Logistics Indonesia (APL). Secara profesional, dia berpendapat, SDM Indonesia itu belum siap pakai untuk masuk di industri logistik secara menyeluruh dan utuh. Untuk itu, perlu pembinaan lebih jauh. Pemerintah juga harus melihat bahwa industri logistik ini merupakan salah satu tulang punggung bisnis di Indonesia.

Untuk mendapatkan SDM yang memadai, APL memberikan development training kepada semua tenaga kerjanya yang akan masuk ke proyek tertentu. “Readiness atau kapabilitas orang untuk terjun langsung ke dunia logistik itu cenderung masih kurang. Meski sudah diadakan pelatihan tapi kompetensi mereka masih belum sampai di level itu,” katanya. Menurutnya, pelatihan selama 45 hari tu hanya memperkenalkan kulit industri logistik saja. Iman berpendapat, seseorang baru dikatakan expert bidang logistik jika mampu melewati implementation phase, operation phase, dan improvement phase. “Setelah itu baru dia matang sebagai seorang logisticer,” ujarnya.

Karena perusahaan multinasional, Iman mengaku, APL tidak bisa berinvestasi langsung dalam bentuk investment. “Kami di-barrier untuk tidak melakukan investasi dalam bentuk investment di Indonesia,” katanya. Jadi APL Logistics Indonesia hanya melakukan joint venture dengan mitra lokal atau 2 party logistic untuk membangun jaringan gudang, infrastruktur, dan transportasi. Bahkan, dalam eskpansi bisnis, APL cenderung konservatif. 

Di Indonesia, APL hanya memliki 3 center yaitu Jakarta, Surabaya, dan Medan. Iman menilai, perekonomian Indonesia masih ter-cover di tiga kota tersebut. Ekspansi mengikuti demand dari pelanggan. 

Untuk menjangkau pasar yang lebih luas, APL menggandeng mitra lokal di daerah-daerah. “Kami lebih banyak berperan di accounting management di high level. Eksekusi lapangan dan area kami serahkan kepada local partner,” ujarnya. Karena memiliki jaringan global, APL juga mempunyai klien dari berbagai negara, seperti Singapura, AS, dan Eropa. (EVA)

Oleh : Ahmad Yasir Arafat

Sumber : swa majalah

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: