//
you're reading...
01. Best Practice

Dunex Integrasikan Total Solution Logistic

Pada awalnya perusahaan jasa kurir, transportasi, ekspedisi basisnya adalah infrastruktur layanan logistik. Namun tren yang muncul dalam dua tahun terakhir, mereka mengintegrasikan layanan ke total solution logistic. “Kami juga melakukan tren itu,” ucap Aulia Febrial Fatwa, Division Head Logistics & Distribution PT Dunia Express Transindo (Dunex).

Dunex merupakan perusahaan join venture lokal dengan perusahaan Jepang. Tidak ada istilah principal dalam perusahaan ini, karena bentuk kerjasamanya dengan Jepang adalah share kepemilikan saham, yakni PT. Prospect Motor dengan kepemilikan saham 55%, Kanematsu Corporation memiliki 27.5%, Nagai Nitto Co.Ltd sebesar 22,5% dan perorangan 5%.

Perusahaan yang berdiri pada 1 November 1990 itu memiliki armada sekitar 500 unit. Jenisnya truk kontainer, seperti Truck Trailer, Car Carrier, Truck Wing Box, Truck Fuso, Truck Colt Diesel. Juga, warehouse dengan total storage area 8,325 hektar yang terdiri dari 10 bangunan warehouse di atas tanah seluas 20,5 hektar. Kalau dipukul rata, total aset Dunex berkisar Rp 1,3 triliun meliputi tanah, bangunan, kendaraan dan equipment handling.

Yang jelas, Aulia menegaskan, industri logistik tak hanya meliputi perusahaan-perusahaan yang menawarkan solusi jasa logistik yang mengintegrasikan bisnis-bisnis yang terkait dengan procurement. “Seperti perusahaan yang saya kelola. Awalnya klien hanya tahu kami orientasi di jasa trucking. Namun, belakangan klien bisa melihat kami mempunyai warehouse dan forwarding shipping, akhirnya secara total kami bisa layani,”jelasnya.

Sejak tahun 2004 Dunex mulai memikirkan tentang bagaimana memiliki nilai tambah. “Akhirnya kami lakukan banyak efisiensi di logistik, dan kepercayaan juga menjadi nilai jualnya,” tambahnya lagi.

Dunex sudah memasukkan konsep supply chain management (SCM) dalam kegiatan logistiknya. Secara human resources perusahaan ini juga sudah meningkatkan ekspertis dari tim performance nya untuk mengenal SCM dan apa implikasinya terhadap kegiatan logistik.”Kami sudah meningkatkan skill dan knowledge dari personil kita. Kami lakukan up date untuk knowledge,”ujar Aulia tentang kesiapan SDM nya menghadapi persaingan bebas.

Diakui Aulia, Dunex memiliki SDM yang jago di bidang ekspor impor (exim handling). Untuk itu perusahaan intens mengirim karyawan untuk mengikuti sejumlah training yang terkait dengan logistik. 

Perlu diketahui, untuk semua proses aktifitas di Dunex, di bawah sistem teknologi informasi cukup canggih. Mulai dari sistem Manajemen Transportasi, sampai ke freigh forwarding management yang semuanya terkoneksi ke proses finansial. Semua sistem TI ini dibuat dengan tailor made. Ada Global Positioning System untuk kegiatan delivery dengan trucking, Ada juga Freigh Forwarding Management System. ‘Nantinya, kami harus lebih baik dari tahun 2009,”tambahnya sembari mengatakan Dunex mempunyai klien aktif sekitar 100 pelanggan.

Kamis, 21 Januari 2010
Oleh : Siti Ruslina/Eva Martha Rahayu

Sumber : swa majalah

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: